Tips Membuat Kolam Renang di Lantai Dua

Kolam renang di rumah senantiasa menjadi fasilitas paling favorit bagi banyak orang. Tak hanya daerah-daerah komersil seperti hotel saja yang memiliki kolam renang, rumah pribadi juga mulai banyak memiliki kolam renang. Akibatnya, peningkatan pembangunannya mulai bermunculan. Misalnya rumah bertingkat dua yang ingin membangun kolam renang di lantai dua atau lantai atas, semuanya perlu perencanaan yang matang.

Membangun kolam renang di lantai atas bukan hal yang mudah untuk direalisasikan. Setidaknya, pertimbangan-pertimbangan rinci mengenai konstruksinya juga harus dipikirkan dengan matang. Kenapa harus dipikirkan dengan matang? Supaya potensi-potensi yang mungkin muncul seperti bocor tak menjadi biang persoalan yang lebih serius.

Hal yang harusnya dipertimbangkan disaat akan membuat kolam renang di lantai dua

Kehadiran kolam renang di lantai atas atau disebut jug roof pool mempunyai daya tarik tersendiri bagi pemiliknya. Alasan yang sering muncul dari banyak orang disaat memutuskan untuk membuat kolam renang di lantai dua yaitu luas lahan di lantai 1 yang tak memadai. Hal ini sesungguhnya sah-sah saja asalkan telah dipikirkan jauh-jauh hari semisalnya disaat pertama kali membuat desain rumah.

Karena bicara soal kolam renang senantiasa erat kaitannya dengan tenaga konstruksi bangunan. Jika dibangun di lantai atas maka hal paling penting yang patut dipikirkan yakni memastikan kekuatan konstruksi penyangganya. Akan fatal apabila masalah konstruksi tak didiskusikan sama sekali, bocor dapat menjadi masalah paling ringan dan fondasi roboh dapat jadi terberatnya.

Baca Juga: Kontraktor Pembuatan Kolam Renang Jakarta

Berikut ini hal-hal yang harus menjadi fokus utama perhatian Anda.

1. Pilih lokasi dengan memastikan konstruksi fondasi
Pemilihan lokasi akan menjadi hal yang senantiasa masuk akal untuk dipikirkan pertama kali. Disaat hendak membangun kolam renang di lantai dua, Anda dapat memilih lokasi penempatan yang paling logis dan aman. Semisal Anda berkeinginan kolam renang Anda di sisi paling ujung lahan.
Intinya, pemilihan lokasi seharusnya dikerjakan dengan memastikan kekuatan konstruksi fondasi dibawahnya walaupun memungkinkan saja dilakukan penguatan fondasi terlebih dahulu.

2. Tentukan ukuran yang paling memungkinkan
Pengerjaan yang dianggap remeh tapi sebenarnya sangat penting yaitu pertimbangan mengenai ukuran kolam renang yang pas. Kolam renang underground dengan ukuran tertentu dapat jadi kurang layak bila diusung untuk konsep roof pool. Kecuali ukuran panjang dan lebar, kedalamannya juga perlu mendapat pertimbangan. Tak perlu mendambakan kolam renang dengan kedalaman lebih dari tinggi badan calon pemakainya.
Penentuan kedalaman akan berimbas kepada ketebalan fondasinya. Kedalam kolam renangnya tentu akan berimbas kepada ketebalan konstruksi fondasinya. Selain itu, bicara soal ukuran kolam renang pasti juga berhubungan dengan volume airnya. Jangan smpai konstruksi yang dibangun tak kuat membendung volume air yang ada sampai ribuan galon. Oleh karena itu, pikirkanlah matang-matang ukurannya dan tak perlu memaksakan kehendak.

3. Membangun fondasi terkuat
Seperti telah disinggung di atas bahwa kolam renang di lantai atas akan memberikan bobot cukup besar kepada konstruksi bangunan dibawahnya. Terutamanya lagi daya gravitasi akan benar-benar mungkin membikin bobot fondasi dua kali lebih berat. Dengan potensi volume dan berat air yang cukup besar hal yang demikian karenanya perlu fondasi kolam renang yang didesain dengan sekuat mungkin. Konsultasikan persoalan ini terhadap ahlinya supaya pertimbangan yang diberi lebih baik.

Langkah-langkah membangun kolam renang atas (roofpool)
Untuk mengerjakan perancangan desain kolam renang atas ini, Anda dapat mengkonsultasikan atau malah memanggil kontraktor langsung. Tiap rinci pengerjaan dapat Anda serahkan sepenuhnya pada mereka. Akan tetapi sebagai pemilik setidaknya Anda juga semestinya tahu bagaimana prosesnya, bukan?

Walaupun secara lazim caranya sama dengan kolam renang gali tanah tapi setidaknya langkah-langkah membuat kolam renang di lantai dua memiliki beberapa kemudahan.

a. Merencanakan desain
Hal pertama sebelum Anda mengawali proses pembangunan kolam renang, Anda harus telah mempunyai ilustrasi desainnya. Seperti misalkan ukuran, cara peredaran serta penempatannya, dinding pembatas dan lain-lain. Pemilihan desain yang pas akan memberikan pengaruh kemudahan pembuatan serta perawatan kedepannya yang lebih mudah, jadi pastikan semuanya diputuskan lewat pertimbangan yang matang.

b. Membuat fondasi yang kuat
Seperti telah disinggung di awal bahwa kolam renang dengan volume air ribuan galon dapat menjadi bencana bila tak dibangun di atas fondasi yang kuat. Oleh karena itu, fondasi menjadi tolak ukur apakah kolam renang Anda akan bermasalah atau tidak di masa yang akan datang. Anda dapat membikin fondasi cor beton yang sudah diuji bobotnya.

c. Coating dan waterproofing
Setelah pembuatan fondasi dengan konstruksi terbaik, berikutnya adalah mengerjakan pelapisan atau coating dengan bahan anti air. Adapun bahan anti air ini berfungsi untuk mencegah kebocoran yang dapat saja timbul bila tanpa dilapisi. Adapun pemilihan macam bahan coating dan metode pemasangannya yakni sama dengan membuat coating untuk kolam renang pada lazimnya.

d. Memasang keramik dan decking
Walau bukan tahap finishing, pemasangan keramik dapat dianggap sebagai tahap penyelesaian sebelum dilakukan pemasangan decking. Untuk memasang keramik sama seperti halnya pemasangan keramik kolam renang pada umumnya.

Setelah semuanya beres, Anda dapat langsung memikirkan penambahan decking di pinggiran kolam renang Anda. Adapun bahan decking yang dapat Anda pilih yakni seperti kayu, keramik, dan conwood. Sesuaikan saja dengan keperluan Anda. Jika tak ingin semua bagian kolam renang dipasang decking, Anda dapat mengusahakan salah satu bagiannya saja.

Sekian tips dari kami perihal bagaimana membangun kolam renang di lantai dua. Semoga berguna untuk Anda yang sedang merencanakannya.

Simak Juga: Kontraktor Waterpark