Ternyata Ada Kemiripan Antara Benua Asia Dan Benua Afrika

Tour Afrika Selatan – Ketika itu, sang “Bangsa Pelangi”, di bawah kepemimpinan Ketua Awam Partai Kongres Nasional Afrika (ANC) yang juga ikon global, Nelson Mandela, sedang bangkit dari berdekade era apartheid. Ketika itu yaitu masa-masa penuh kemauan, tetapi disisipi kekhawatiran dan kegelisahan.

Benarkah ketidakadilan selama berabad-abad dapat diatasi? Bisakah masyarakat yang amat terpecah (sekitar 57 juta orang) antara masyarakat Afrika, kulit berwarna, India, dan kulit putih dapat disembuhkan? Untuk sesaat, upaya Mandela sukses. Sesudah lebih dari dua puluh tujuh tahun di pengasingan, dia cakap menerapkan otoritas politik dan sopan santunnya untuk menjaga ketenteraman bangsa, dan mencegah sebuah perselisihan rasial yang membara.

Aku kembali ke Cape Town di hari pergantian tahun kemarin, untuk merasakan negara yang amat ganteng ini. Gunung Meja yang kelihatan segera dari jendela hotel aku, perkebunan anggur Stellenbosch, dan deburan ombak Samudera Atlantik dan Hindia yang terdengar berderu-deru. Sayangnya, Afrika Selatan yang kini sedang tersendat. Tingkat pengangguran menempuh 27 persen, dan Bank Ia memprediksikan pertumbuhan ekonomi cuma akan menempuh 1,1 persen di 2018. Perkampungan padat beratapkan besi di Khayelitsha dan Soweya yang mulanya dirasa akan menjadi peninggalan masa lalu, justru semakin menjamur–sebuah testimoni akan masa depan yang suram bagi kelompok sosial 80,2 persen Afrika ini.

Ironisnya, perusahaan-perusahaan Afrika Selatan–beberapa sebab masalah ini–sudah menjadi pemain paling dinamis di benua. Keluarga Rupert, penguasa lokal industri tembakau, dengan perusahaan Richemont sudah menjadi pemain komoditi mewah global. Mereka juga mempunyai sebagian merek seperti, Cartier dan Montblanc. Tapi, mungkin yang paling mengagetkan di antaranya yaitu Naspers, media Afrikaans pro-apartheid berbasis di Cape Town yang dahulu amat dibenci.

Mereka sudah merancah ke dunia dunia online jauh sebelum rekan-rekan globalnya, dengan mengakuisisi 46,5 persen saham sebuah grup online dari Tiongkok, Tencent, yang dikala itu belum familiar pada 2001. Ketika ini, Naspers mempunyai valuasi 85 miliar dollar AS, yang menjadi perusahaan paling berharga di benua Afrika. Seluruh ini berjalan di bawah dominasi politik ANC. Di era Mandela dahulu (dan juga penerusnya Thabo Mbeki), pemerintah senantiasa mengedepankan kompetensi. Tapi, gaya Presiden Jacob Zuma yang susah diprediksi dan tak berprinsip membikin lembaga negara sudah tererosi dari dalam. Pastinya, istilah “state capture” sudah menjadi persamaan kata dengan ANC.

Pertama kali dicanangkan oleh Bank Ia, istilah hal yang demikian seakan-akan menjadi buah bibir segala orang di Afrika Selatan–dan pelan menjadi makin relevan di belahan dunia lainnya. Pada dasarnya, konsep hal yang demikian mengindikasikan sebuah wujud korupsi sistemik–yang memungkinkan kepentingan swasta/pribadi untuk mendikte kesibukan negara. Malahan ini juga yang sudah menjatuhkan Zuma. Dikenal kini sudah digantikan oleh Ketua ANC Cyril Ramphosa pada Desember 2017.

Tapi, dikala ini ada informasi dia juga akan digulingkan dari kepresidenannya. akan kehidupan pribadinya yang berwarna dan kontrovesial, karisma Zuma amat bertolak belakang dengan pembawaan Mbeki yang kelam. Zuma yang berasal dari suku Zulu (Mandela dan Mbeki dari suku Xhosa), kenaikannya membuktikan rekonsiliasi di dalam kelompok sosial kulit hitam. Sayangnya, Zuma sudah merosot menjadi sesosok karikatur dari negara berkembang: gabungan dari korupsi, kronisme, dan politik ras.

Pada Maret 2016, pengadilan tertinggi Afrika Selatan memastikan bahwa dia sudah melanggar konstitutsi sebab menerapkan uang pajak untuk merenovasi rumah pribadinya dengan sebuah kolam renang dan amphiteater.
Seorang eks menteri dengan lantang membetuli renovasi hal yang demikian, dengan alasan bahwa kolam hal yang demikian ialah waduk untuk pemadam api. Zuma juga menghadapi 783 tuduhan korupsi atas perjanjian jual-beli senjata, sedangkan sampai dikala ini belum ada kasus yang dimajukan.

Tapi, seluruh itu ada batasnya saat akibatnya terkuak keterlibatan dirinya dengan keluarga Gupta, keluarga pebisnis India-Afrika Selatan. Koneksi Keluarga Gupta dengan Zuma berasal dari buah hatinya, Duduzane Zuma. Keluarga hal yang demikian kemudian mengambil profit dari keputusan-keputusan investasi Zuma yang menciptakan mereka amat kaya.